Punya Perusahaan? Jangan Lupa tentang Manajemen Risiko

Manajemen risiko merupakan suatu proses identifikasi, pemberian nilai, serta pengendalian ancaman yang mengancam modal dan laba suatu organisasi atau perusahaan. Ancaman tersebut bisa saja muncul dari berbagai macam sumber, seperti kesalahan penerapan manajemen strategis, bencana alam, kecelakaan kerja, ataupun ancaman inflasi.

Manajemen risiko menggunakan analisis, pemahaman, serta penanganan risiko agar organisasi benar-benar memastikan pencapaian tujuan. Karena itulah, manajemen risiko harus seimbang dengan karakter organisasi dan kompleksitas yang dimiliki.

Berbagai standar telah berkembang di seluruh dunia guna membantu suatu organisasi untuk menerapkan manajemen risiko yang efektif dan sistematis. Standar tersebut berupaya membangun suatu gambaran umum tentang kerangka kerja, praktik, dan proses berjalannya suatu organisasi. Standar tersebut biasanya dibuat oleh badan standar internasional yang kompeten dan kredibel.

Perbedaan standar menunjukkan adanya motivasi yang tidak sama pada tiap organisasi. Suatu standar biasanya bersifat sukarela, namun untuk mengendalikan kepatuhan pelaku kepada standar biasanya melalui adanya kontrak.

Institut Standar dan Teknologi Nasional dan ISO telah mengembangkan standar. Standar tersebut dikembangkan untuk mempermudah organisasi melakukan identifikasi terhadap ancaman serta upaya mengurangi risikonya. Sebagai contoh, ISO 31000 menyajikan SOP kerja guna perbaikan manajemen risiko yang bisa digunakan oleh organisasi atau perusahaan. ISO 31000 dibuat untuk memaksimalkan pencapaian tujuan, identifikasi ancaman dan peluang, serta penggunaan sumber daya untuk menangani risiko. Standar milik ISO dan lainnya telah dikembangkan guna mempermudah organisasi untuk mempraktikkan manajemen risiko dengan cara paling baik. Tujuan utamanya adalah membangun konsep kerja dan proses penerapan manajemen risiko secara efektif dan efisien.

Proses manajemen risiko dimulai dari identifikasi risiko dan kemudian dilanjutkan dengan analisis risiko. Identifikasi risiko berfungsi untuk mengetahui apa sajakah ancaman yang mungkin dapat berpengaruh terhadap organisasi atau perusahaan. Setelah itu, analisis risiko bertujuan untuk mendalami tentang potensi dari risiko tersebut dan bagaimana kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika risiko tersebut muncul. Setelah identifikasi dan analisis risiko, proses selanjutnya adalah Evaluasi dan mitigasi risiko.

Itu tadi merupakan artikel singkat mengenai manajemen strategis yang memiliki peran penting untuk keberlangsungan suatu organisasi atau perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *